Selasa, 23 April 2013

DALAM DUNIA BARU MENAKJUBKAN YANG YAHWEH BUAT.






( Yesaya 54:13 : "Semua anakmu akan menjadi murid Yahweh, dan besarlah kesejahteraan mereka." )

Uraian :

Setelah perang Allah yang bersifat membersihkankan manusia fasik di ARMAGEDON, apa yang selanjutnya akan terjadi ?

Pada waktu itu suatu era baru yang gemilang akan dimulai. Orang2 yang selamat melewati Armagedon, yang telah membuktikan loyalitas mereka kepada pemerintahan Allah, akan di bawa masuk ke dalam dunia baru itu.

Sungguh suatu priode baru yang mendebarkan dalam sejarah seraya manfaat2 yang menakjubkan mengalir dari Allah kepada keluarga manusia !

Senin, 22 April 2013

YEHUWA




[bentuk kausatif imperfek dari kata kerja Ibr., ha·wah′ (menjadi); artinya ”Ia Menyebabkan Menjadi”].
Nama pribadi Allah. (Yes 42:8; 54:5) Meskipun dalam Alkitab Allah disebut dengan berbagai gelar deskriptif, misalnya ”Allah”, ”Tuan Yang Berdaulat”, ”Pencipta”, ”Bapak”, ”Yang Mahakuasa”, dan ”Yang Mahatinggi”, kepribadian serta sifat-sifat-Nya—siapa dan apa sebenarnya Dia—sepenuhnya terangkum dan dinyatakan dalam nama pribadi ini saja.—Mz 83:18.
Pelafalan yang Benar untuk Nama Ilahi. ”Yehuwa” adalah pelafalan nama ilahi yang paling banyak dikenal dalam bahasa Indonesia, meskipun ”Yahweh” lebih disukai oleh kebanyakan pakar bahasa Ibrani. Dalam manuskrip-manuskrip Ibrani tertua, nama itu ditulis dengan empat konsonan, yang umumnya disebut Tetragramaton (dari kata Yunani te·tra-, artinya ”empat”, dan gram′ma, ”huruf”). Keempat huruf itu (ditulis dari kanan ke kiri) adalah יהוה dan transliterasinya dalam bahasa Indonesia adalah YHWH.
Jadi, kita mengetahui huruf-huruf konsonan Ibrani nama itu. Namun pertanyaannya: Huruf-huruf vokal apa yang harus dipadukan dengan huruf-huruf konsonan itu? Penanda bunyi vokal baru digunakan dalam bahasa Ibrani pada paruh kedua milenium pertama M. (Lihat IBRANI, BAHASA [Abjad dan Tulisan Ibrani].) Lagi pula, oleh karena adanya takhayul keagamaan yang muncul beberapa abad sebelumnya, penanda bunyi vokal yang terdapat dalam manuskrip-manuskrip Ibrani tidak dapat dijadikan petunjuk untuk menentukan huruf-huruf vokal apa yang seharusnya tertera dalam nama ilahi.