BAYANGKAN suatu peristiwa yang terjadi pada 32 M. Hari sudah sore. Yesus, sang Mesias yang dinubuatkan, telah dikenal luas karena dapat menyembuhkan orang sakit dan bahkan membangkitkan orang mati. Hari ini, ia telah memukau ribuan orang dengan melakukan berbagai tanda penuh kuasa dan dengan menyampaikan ajaran-ajaran dari Allah. Sekarang, ia membagi orang-orang yang lapar itu menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Ia berdoa kepada Yehuwa dan secara mukjizat memberi makan mereka semua. Kemudian, agar tidak ada yang terbuang, ia mengumpulkan sisa makanan. Bagaimana reaksi orang-orang itu?—Yohanes 6:1-13.
Nah, setelah melihat mukjizat Yesus dan keterampilannya dalam memimpin dan mengatur orang banyak serta memenuhi kebutuhan mereka, orang-orang menyimpulkan bahwa Yesus adalah kandidat raja yang sempurna. (Yohanes 6:14) Tanggapan mereka tidaklah mengejutkan. Ingatlah bahwa mereka mendambakan penguasa yang baik dan efektif; tanah air mereka yang tercinta berada di bawah pemerintah asing yang menindas. Jadi, mereka langsung memaksa Yesus untuk ikut dalam kancah politik. Dengan mengingat latar belakang itu, perhatikan tanggapan Yesus.