Senin, 01 Juli 2013
Rabu, 19 Juni 2013
HUKUM
”1. Prinsip dan peraturan yang berasal dari pemerintah dan berlaku atas suatu bangsa, bisa berbentuk undang-undang atau tata cara serta kebijakan yang diakui dan diberlakukan melalui keputusan pengadilan. 2. Peraturan atau kumpulan peraturan yang tertulis atau resmi, yang ditetapkan di bawah wewenang negara atau bangsa.” (The American College Dictionary, diedit oleh C. L. Barnhart, 1966) ”Perintah ilahi atau penyingkapan kehendak Allah . . . segenap kumpulan perintah atau penyingkapan dari Allah: kehendak Allah . . . : peraturan tentang cara hidup yang benar atau tingkah laku yang baik terutama apabila dianggap sesuai dengan kehendak Allah, hati nurani atau perasaan moral, atau rasa keadilan.”—Webster’s Third New International Dictionary, 1981.
HUKUM
”1. Prinsip dan peraturan yang berasal dari pemerintah dan berlaku atas suatu bangsa, bisa berbentuk undang-undang atau tata cara serta kebijakan yang diakui dan diberlakukan melalui keputusan pengadilan. 2. Peraturan atau kumpulan peraturan yang tertulis atau resmi, yang ditetapkan di bawah wewenang negara atau bangsa.” (The American College Dictionary, diedit oleh C. L. Barnhart, 1966) ”Perintah ilahi atau penyingkapan kehendak Allah . . . segenap kumpulan perintah atau penyingkapan dari Allah: kehendak Allah . . . : peraturan tentang cara hidup yang benar atau tingkah laku yang baik terutama apabila dianggap sesuai dengan kehendak Allah, hati nurani atau perasaan moral, atau rasa keadilan.”—Webster’s Third New International Dictionary, 1981.
Kata ”hukum”, dalam Kitab-Kitab Ibrani, terutama diterjemahkan dari kata Ibrani toh·rah′ yang berkaitan dengan kata kerja ya·rah′, yang artinya ”mengarahkan, mengajar, menginstruksikan”. Adakalanya, ”hukum” diterjemahkan dari istilah bahasa Aram dath. (Dan 6:5, 8, 15) Kata-kata lain yang dalam King James Version diterjemahkan menjadi ”hukum” adalah mis·pat′ (keputusan hukum, penghakiman), dan mits·wah′ (perintah). Dalam Kitab-Kitab Yunani, kata no′mos, yang berasal dari kata kerja ne′mo (membagi-bagikan), diterjemahkan menjadi ”hukum”.
Sabtu, 11 Mei 2013
Mimpi Nebukhadnesar tentang patung
Bangkit dan Jatuhnya
Sebuah Patung yang Sangat Besar
http://youtu.be/gMqlC4xKOSs
SATU dekade telah berlalu semenjak Raja Nebukhadnezar membawa Daniel dan ’pria-pria terkemuka lainnya di negeri’ Yehuda ke penawanan di Babilon. (2 Raja 24:15) Daniel muda masih melayani di istana raja sewaktu timbul situasi yang mengancam kehidupan. Mengapa hal ini seharusnya menarik minat kita? Karena cara Allah Yehuwa campur tangan dalam masalah ini tidak hanya menyelamatkan kehidupan Daniel dan orang-orang lainnya, tetapi juga memperlihatkan kepada kita urutan kuasa-kuasa dunia dalam nubuat Alkitab terus sampai ke zaman kita.
Kamis, 02 Mei 2013
Perpuluhan—Apakah Perlu?
Pandangan Alkitab
SEKRETARIS keuskupan Anglikan di Afrika Selatan merasa
kuatir. Gerejanya dilanda krisis keuangan yang membuat sulit untuk membayar
para pendeta. Jalan keluar yang ia berikan, Menandaskan perpuluhan kepada kaum
awam.
Tetapi apa sebenarnya perpuluhan itu? Beberapa orang
berpendapat perpuluhan adalah memberikan ”sepersepuluh bagian dari seluruh
penghasilan yang anda terima” untuk tujuan-tujuan keagamaan. Walaupun cara
menghitung perpuluhan berbeda dalam tiap agama, banyak pendeta berpendapat
bahwa perpuluhan perlu digalakkan. ”Sayang sekali kita tidak lebih banyak
menekankan perlunya memberi perpuluhan,” kata seorang imam Katolik di Afrika.
Dalam sebuah artikel majalah mengenai cara mengatasi kemiskinan dengan menjadi
rekan Allah, Gereja Allah Sedunia mengatakan, ”Untuk memulai hubungan anda
dengan Allah, anda pertama-tama harus mentaati hukum Allah berkenaan
perpuluhan.” Artikel itu menambahkan bahwa mereka yang tidak berbuat demikian
”mencuri sesuatu dari Allah”.
Selasa, 23 April 2013
DALAM DUNIA BARU MENAKJUBKAN YANG YAHWEH BUAT.
( Yesaya 54:13 : "Semua anakmu akan menjadi murid Yahweh, dan besarlah kesejahteraan mereka." )
Uraian :
Setelah perang Allah yang bersifat membersihkankan manusia fasik di ARMAGEDON, apa yang selanjutnya akan terjadi ?
Pada waktu itu suatu era baru yang gemilang akan dimulai. Orang2 yang selamat melewati Armagedon, yang telah membuktikan loyalitas mereka kepada pemerintahan Allah, akan di bawa masuk ke dalam dunia baru itu.
Sungguh suatu priode baru yang mendebarkan dalam sejarah seraya manfaat2 yang menakjubkan mengalir dari Allah kepada keluarga manusia !
Senin, 22 April 2013
YEHUWA
[bentuk kausatif imperfek dari kata kerja Ibr., ha·wah′
(menjadi); artinya ”Ia Menyebabkan Menjadi”].
Nama pribadi Allah. (Yes 42:8; 54:5) Meskipun dalam Alkitab
Allah disebut dengan berbagai gelar deskriptif, misalnya ”Allah”, ”Tuan Yang
Berdaulat”, ”Pencipta”, ”Bapak”, ”Yang Mahakuasa”, dan ”Yang Mahatinggi”,
kepribadian serta sifat-sifat-Nya—siapa dan apa sebenarnya Dia—sepenuhnya
terangkum dan dinyatakan dalam nama pribadi ini saja.—Mz 83:18.
Pelafalan yang Benar untuk Nama Ilahi. ”Yehuwa” adalah
pelafalan nama ilahi yang paling banyak dikenal dalam bahasa Indonesia,
meskipun ”Yahweh” lebih disukai oleh kebanyakan pakar bahasa Ibrani. Dalam
manuskrip-manuskrip Ibrani tertua, nama itu ditulis dengan empat konsonan, yang
umumnya disebut Tetragramaton (dari kata Yunani te·tra-, artinya
”empat”, dan gram′ma, ”huruf”). Keempat huruf itu (ditulis dari kanan ke
kiri) adalah יהוה dan transliterasinya dalam
bahasa Indonesia adalah YHWH.
Jadi, kita mengetahui huruf-huruf konsonan Ibrani nama itu.
Namun pertanyaannya: Huruf-huruf vokal apa yang harus dipadukan dengan
huruf-huruf konsonan itu? Penanda bunyi vokal baru digunakan dalam bahasa
Ibrani pada paruh kedua milenium pertama M. (Lihat IBRANI, BAHASA [Abjad
dan Tulisan Ibrani].) Lagi pula, oleh karena adanya takhayul keagamaan yang
muncul beberapa abad sebelumnya, penanda bunyi vokal yang terdapat dalam manuskrip-manuskrip
Ibrani tidak dapat dijadikan petunjuk untuk menentukan huruf-huruf vokal apa
yang seharusnya tertera dalam nama ilahi.
Langganan:
Postingan (Atom)