Jumat, 20 Desember 2013

Natal --- Apa fokusnya ??




Natal—Apa
Fokusnya?

BAGI jutaan orang, Natal dan Tahun Baru adalah waktu bersama keluarga dan teman-teman, waktu untuk menguatkan kembali ikatan kasih. Banyak yang menganggapnya sebagai saat untuk mengenang kembali kelahiran Yesus Kristus dan peranannya sebagai Juru Selamat manusia. Di Rusia, berbeda dengan banyak negeri lainnya, orang tidak selalu boleh merayakan Natal. Meski selama berabad-abad para anggota Gereja Ortodoks Rusia bebas merayakan Natal, mereka dilarang melakukannya selama hampir sepanjang abad ke-20. Apa penyebabnya?

Kamis, 19 Desember 2013

Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas menurut Dr. Nathan Grills



 
On Jumat, 23 Desember 2011 / Reply


Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas, Sosok Pemalas


MELBOURNE (voa-islam.com) – Natal alias Christmas yang dirayakan umat Kristen seluruh dunia, hampir tak bisa dipisahkan dari sosok Sinterklas (Santa Claus). Tokoh ini selalu dinanti oleh anak-anak setiap perayaan Natal di akhir tahun. Namun, di balik penampilannya yang tambun, bermuka merah dan riang gembira, sosok khas Sinterklas itu justru bisa memberi pendidikan buruk bagi anak-anak.

Demikian menurut hasil penelitian seorang akademisi Australia, Dr. Nathan Grills dari Universitas Melbourne. Diterbitkan dalam British Medical Journal, Gills menyatakan bahwa karakter unik Sinterklas kini bisa dipandang sebagai tokoh yang mempromosikan gaya hidup yang tidak sehat.

...Sinterklas dianggap tokoh yang terlalu banyak makan, minum, dan kurang berolahraga. Sifat-sifat malas ini tidak bagus untuk anak-anak...

Asal usul Natal zaman Modern


Asal Usul Natal Zaman Modern

BAGI jutaan orang di seluruh dunia, Natal adalah saat yang penuh sukacita dalam setahun. Inilah waktunya untuk makan-makan, menjalankan tradisi turun-temurun, dan menikmati kebersamaan dalam keluarga. Hari Natal adalah juga kesempatan bagi sahabat dan sanak saudara untuk bertukar kartu dan hadiah.

Akan tetapi, 150 tahun yang lalu, Natal sebenarnya merupakan hari raya yang sangat berbeda. Dalam bukunya, The Battle for Christmas, profesor sejarah Stephen Nissenbaum menulis, ”Natal . . . adalah saat untuk bermabuk-mabukan karena aturan-aturan yang menuntun perilaku manusia dalam masyarakat untuk sementara diabaikan demi ’karnaval’, semacam Mardi Gras di bulan Desember.”

Bagi orang yang sangat menghormati Natal, gambaran ini mungkin mengganggu perasaannya. Mengapa orang-orang sampai hati menodai hari raya yang bertujuan memperingati kelahiran Putra Allah? Jawabannya mungkin mengejutkan saudara.

Dasar yang Keliru

Sejak kemunculannya pada abad keempat, Natal telah diliputi oleh berbagai kontroversi. Misalnya, timbul pertanyaan tentang hari kelahiran Yesus. Karena Alkitab tidak memerinci hari maupun bulan kelahiran Yesus, berbagai tanggal telah diajukan. Pada abad ketiga, sekelompok teolog Mesir menetapkan tanggal 20 Mei sebagai hari kelahiran Yesus, sedangkan para teolog lainnya lebih menyukai tanggal-tanggal yang lebih awal, seperti tanggal 28 Maret, 2 April, atau 19 April. Menjelang abad ke-18, kelahiran Yesus dikaitkan dengan setiap bulan dalam setahun! Kalau begitu, bagaimana tanggal 25 Desember yang akhirnya terpilih?

Kebanyakan sarjana setuju bahwa tanggal 25 Desember ditetapkan oleh Gereja Katolik sebagai hari kelahiran Yesus. Mengapa? ”Kemungkinan besar alasannya adalah,” kata The New Encyclopædia Britannica, ”orang-orang Kristen masa awal ingin agar tanggalnya bertepatan dengan tanggal festival kafir Romawi bagi ’hari lahir matahari yang tak tertaklukkan’.” Tetapi mengapa orang-orang Kristen yang dianiaya dengan kejam oleh orang-orang kafir selama lebih dari dua setengah abad tiba-tiba saja mengalah pada pihak yang menganiaya mereka?

Jumat, 22 November 2013

Ultimatum atas Nama Allah?

POTRET MASA LALU | TUNTUTAN

 

”Jika kalian tidak melakukan ini, . . . dengan bantuan Allah, saya akan masuk dengan kuasa, dan akan memerangi kalian dari segala sisi dan dengan segala cara, dan menundukkan kalian di bawah kuk dan ketaatan pada Gereja dan pada Yang Mulia; dan saya akan mengambil istri-istri dan anak-anak kalian dan menjadikan mereka budak, . . . dan saya akan merampas harta benda kalian dan dengan segala cara mencelakai kalian. . . . Kematian dan celaka pun akan datang, karena salah kalian sendiri dan bukan salah Yang Mulia, atau kami.”
INI mungkin salah satu deklarasi resmi yang paling aneh. Inilah sebagian pernyataan yang dikenal sebagai Tuntutan, el Requerimiento dalam bahasa Spanyol, yang selama suatu waktu pada abad ke-16, harus dibacakan oleh para konkuisnador Spanyol kala mendarat di Benua Amerika untuk penaklukan.
Apa yang sebenarnya diumumkan para konkuisnador kepada penduduk setempat, dan mengapa?

Kemampuan DNA Menyimpan Data

APAKAH INI DIRANCANG?

 

PARA pengguna komputer biasanya ­menyimpan banyak data di komputer mereka. Para ilmuwan kini sedang berupaya membuat terobosan baru dalam sistem penyimpanan data. Mereka meniru sistem penyimpanan data yang jauh lebih canggih, yaitu DNA pada makhluk hidup.

Penciptaan

PANDANGAN ALKITAB

 

Apakah bumi diciptakan hanya dalam waktu enam kali 24 jam, seperti kata penganut kreasionisme?

”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”—Kejadian 1:1.

APA KATA ALKITAB

Alkitab tidak menyebutkan kapan persisnya Allah menciptakan alam semesta. Kejadian 1:1 hanya mengatakan ”pada mulanya”. Ini sejalan dengan sains modern yang mengatakan bahwa alam semesta punya permulaan. Para ilmuwan baru-baru ini memperkirakan bahwa alam semesta berusia hampir 14 miliar tahun.
Alkitab juga menjelaskan tentang enam ”hari” penciptaan, tapi tidak dikatakan bahwa enam hari itu masing-masing lamanya 24 jam. (Kejadian 1:31) Sebenarnya, Alkitab menggunakan kata ”hari” untuk memaksudkan periode waktu yang berbeda-beda. Misalnya, Alkitab menyebut seluruh masa penciptaan sebagai ”hari Allah Yehuwa membuat bumi dan langit”. (Kejadian 2:4) Tampaknya, ”hari” penciptaan ini berlangsung ribuan tahun.—Mazmur 90:4.

Seorang Ahli Mikrobiologi Menjelaskan Imannya

WAWANCARA | YANG FENG-LING

 

Dr. Yang Feng-Ling
Yang Feng Ling adalah seorang periset senior pada pusat akademi riset di Taipei, Taiwan. Karyanya telah diterbitkan dalam berbagai jurnal ilmiah. Dulu, dia percaya teori evolusi. Tapi belakangan pandangannya berubah. Sedarlah! mewawancarainya tentang bidang yang dia pelajari dan tentang imannya.