Selasa, 15 Januari 2013

Bagaimana Asal Mula Jagat Raya kita ?---Suatu perdebatan


 

Para astronaut merasa terkesan sewaktu memotret bumi yang tampak besar melalui jendela sebuah pesawat ruang angkasa. "Itulah bagian terbaik penerbangan di ruang angkasa, " kata seorang astronaut. Namun, bumi kita tampak sangat kecil bila dibandingkan dengan tata surya.Matahari dapat memuat jutaan bumi didalamnya dan masih ada ruang tersisa ! akan tetapi, apakah fakta2 demikian tentang jagat raya ada hubungannya dengan kehidupan Anda dan maknanya ?

Marilah kita melakukan perjalanan sejenak ke ruang angkasa untuk melihat bumi dan matahari kita dalam angan-angan.Matahari kita hanya salah satu dari sejumlah besar bintang dalam lengkung-lengkung spiral galaksi Bima sakti, (Garis tengah Galaksi Bima Sakti kira2 satu kuintilium kilometer ---ya.1.ooo.ooo.ooo.ooo.ooo.ooo kilometer ! Diameter Bima Sakti kira2 100.000 tahun cahaya, dan satu galaksi ini terdiri dari 100 miliar bintang lebih ! ),yang merupakan bagian kecil dari jagat raya.
Dengan mata telanjang, kita dapat melihat beberapa berkas cahaya yang sebenarnya adalah galaksi2 lain,seperti galaksi Andromeda yang jauh lebih indah dan lebih besar.Bima  Sakti,Andromeda, dan kira2 20 galaksi lain di ikat oleh gravitasi dalam sebuah gugusan,yang semuanya ini hanya suatu lingkungan kecil dalam sebuah adigugusan yang sangat besar.Jagat raya berisi begitu banyak adigugusan,dan gambarannya tidak sampai disitu saja.
Gugusan2 itu tersebar dengan tidak beraturan di ruang angkasa.Dalam skala besar,mereka tampak seperti lapisan tipis dan kawat berpijar disekeliling kehampaan besar yang seperti gelembung.Bentuk beberapa gugusan begitu panjang dan lebar sehingga menyerupai dinding- dinding besar. Hal ini mungkin mengejutkan banyak orang yang mengira bahwa jagat raya kita tercipta sendiri secara kebetulan dalam suatu ledakan kosmis. "Semakin jelas kita melihat jagatraya dengan segala perinciannya yang luar biasa, "demikian kesimpulan seorang penulis senior untuk Scientific american, "Semakin sulit kita menjelaskan dengan sebuah teori sederhana bagaimana jagat raya kita menjadi seperti itu "

Bukti bukti menunjukkan bahwa jagat raya mempunyai suatu permulaan.
Semua bintang yang dapat Anda lihat, berada dalam galaksi Bima Sakti.Sampai tahun 1920 an, Bima Sakti disangka sebagai satu satunya galaksi.Namun,Anda mungkin tahu bahwa observasi dengan teleskop yang lebih besar setelah itu membuktikan sebaliknya.Jagat raya kita memuat sekurang -kurangnya 50 milliar galaksi. (... ya bukan bintang )-- yang masing2 memiliki miliaran bintang seperti matahari kita. Sekalipun demikian yang menggucangkan kepercayaan ilmiah pada tahun 1920- an bukanlah jumlah yang mencengangkan dari galaksi2 yang besar.Yang mengejutkan adalah fakta bahwa semua galaksi ini bergerak.
Sebuah galaksi
Para astronom menemukan suatu fakta yang luar biasa :Sewaktu cahaya galaksi menembus sebuah prisma,gelombang cahaya tampak merentang,menunjukkan gerakan yang menjauh dari kita dengan kecepatan tinggi. Semakin jauh sebuah galaksi, semakin cepat itu tampak menjauh.Ini menunjukkan bahwa jagat raya meluas !
Bahkan meskipun kita bukan seorang astronom yang profesional maupun amatir, kita dapat melihat bahwa jagat raya yang meluas memiliki implikasi yang teramat dalam terhadap masa lalu kita.-- dan bisa jadi masa depan kita juga.sesuatu pasti telah memulai proses ini--suatu gaya yang cukup kuat untuk menaklukkan gravitasi yang luar biasa dari seluruh jagat raya.Anda memiliki alasan yang kuat untuk bertanya, "Apa yang mungkin menjadi sumber energi dinamis semacam itu ????
Meskipun kebanyakan ilmuwan menelusuri jagatraya sampai ke suatu permulaan yang sangat kecil dan padat (suatu ketunggalan ), kita tidak dapat menghidari persoalan utama ini, "Jika pada suatu waktu masa lalu,jagat raya dahulunya mendekati suatu keadaan tunggal yang berukuran sangat kecil dan sangat padat, kita harus bertanya apa yang ada disana sebelumnya dan apa yang ada diluar jagat raya......kita harus menghadapi problem berkenaan suatu permulaan." kata Sir Bernard Lovell.
Ini menyiratkan lebih daripada sekadar suatu sumber energi yang sangat besar.Prakiraan dan kecerdasan juga dibutuhkan karena tingkat perluasan tampak disetel dengan sangat teliti."Jika jagat Raya telah meluas lebih cepat sepersetriliun, "Kata Lovell. " maka semua materi dalam jagat raya sudah tercerai berai sekarang...... dan jika lebih lambat sepersentrilliun, maka gaya gravitasi akan menyebabkan jagat raya runtuh dalam waktu seribu juta tahun pertama atau lebih dari masa eksistensinya.Lagi lagi,tidak akan ada bintang2 yang abadi dan tidak mungkin ada kehidupan.

Upaya untuk Menjelaskan Permulaannya
Dapatkah para ahli sekarang menjelaskan asal mula jagat raya? Banyak ilmuwan, yang merasa sulit menerima gagasan bahwa jagat raya diciptakan oleh kecerdasan yang lebih tinggi, berspekulasi bahwa melalui suatu mekanisme, jagat raya menciptakan diri sendiri dari ketiadaan.Apakah itu terdengar masuk akal bagi Anda ? Spekulasi semacam itu biasanya mencakup beberapa variasi dari sebuah teori (model teori inflasi jagat raya )= {Teori inflasi berspekulasi sehubungan dengan apa yang terjadi sepersekian detik setelah awal mula jagat raya.Pembela teori inflasi percaya bahwa jagat raya pada mulanya adalah submikroskopis dan kemudian berinflasi lebih cepat daripada kecepatan cahaya, suatu pernyataan yang tidak dapat diuji di laboratorium.Teori inflasi masih menjadi teori yang diperdebatkan.}
,yang disusun pada tahun 1979 oleh ahli fisika Alan Guth.Namun, belum lama ini , Dr.Guth mengakui bahwa teorinya :Tidak menjelaskan bagaimana jagat raya muncul dari ketiadaan ". Dr Andrei Linde lebih eksplisit lagi dalam sebuah artikel di scientific American, "Menjelaskan ketunggalan awal ini--- dimana dan kapan semua itu terjadi---- masih tetap merupakan masalah kosmologi modern yang paling tidak terpecahkan."
Jika para ahli tidak dapat benar2 menjelaskan asal mula atau perkembangan awal jagat raya kita, bukankah kita hendaknya mencari penjelasan dari sumber lain ? Memang,Anda memiliki alasan yang kuat untuk mempertimbangkan beberapa bukti yang diabaikan banyak orang namun yang dapat memberi Anda pemahaman yang benar tentang masalah ini. Buktinya mencakup ukuran yang TEPAT dari empat gaya fundamental yang bertanggung jawab atas segala sifat dan perubahan yang memperngaruhi zat.Baru mendengar disebutkannya gaya fundamental saja,beberapa orang mungkin sudah merasa ragu, dan berpikir, "Itu semata-mata untuk ahli fisika".--- Tidak.Karena memperngaruhi kita, fakta2 dasar ini patut dipertimbangkan.
Apakah keempat gaya fundamental tsb :
1.Gravitasi---suatu gaya yang sangat lemah pengaruhnya pada atom2.Ini memperngaruhi obyek2 yang besar --planet,bintang, galaksi.
2.Elektromanetisme--gaya penarik utama antara proton dan elektron,memungkinkan terbentuknyamolekul.Kilat adalah salah satu bentuk tenaganya.
3.Gaya nuklir yang kuat-- gaya yang merekatkan proton dan neutron dalam inti sebuah atom.
4.Gaya nuklir lemah--gaya yang mengendalikan kerusakan unsur2 radioaktif dan kegiatan terminuklir yang efisien dari matahari.

Penyetelan yang sangat teliti.
Empat gaya fundamental berpengaruh baik pada luasnya kosmos maupun pada tak terhingga kecilnya struktur ataom. Ya, segala sesuatu yang kita lihat di sekitar kita terlibat. Unsur2 yang sangat penting bagi kehidupan kita (khususnya karbon,oksigen , dan besi ) tidak mungkin ada jika tidak ada penyetelan yang begitu sangat teliti terhadap keempat gaya fundamental yang nyata dalam jagat raya ini. Kita telah menyebutkan satu gaya GRAVITASI.Yang lain adalah gaya ELEKTROMAGNETK. Jika gaya ini, sangat lemah, elektron2 tidak akan terikat disekitar inti atom. Apakah itu problem yang serius ? beberapa orang mungkin bertanya tanya, ya, Karena atom2 tidak dapat bersatu untuk membentuk molekul2. Sebaliknya, Jika gaya ini jauh lebih kuat, elektron2 dapat terperangkap dalam inti sebuah atom.Tidak dapat terjadi reaksi2 kimia antar atom--- berarti tidak ada kehidupan.Bahkan dari sudut pandang ini, jelas bahwa eksistensi kita dan kehidupan bergantung pada keakuratan penyetelan gaya elektromagnetik.
Lalu pertimbangkan skala kosmis : Suatu perbedaan kecil dalam gaya elektromagnetik akan mempengaruhi matahari dan dengan demikian mengubah jangkauan cahaya ke bumi, sehingga fotosintesa pada tanaman sulit atau mustahil terjadi.Perbedaan ini juga dapat merampas dari sifat sifat air yang unik, yang penting bagi kehidupan.Jadi sekali lagi, penyetelan gaya elektromagnetik secara persis menentukan apakah kita eksis atau tidak.
Planet2
Yang sama pentingnya adalah intensitas gaya elektromagnetik dalam hubungannya dengan tiga gaya lainnya.Misalnya ,beberapa ahli fisika menghitung bahwa gaya ini adalah 10 pangkat 40 kali gravitasi.Mungkin tampak suatu perubahan yang sangat kecil saja pada angka itu dengan menambahkan satu nol lagi ,menjadi 10 pangkat 41 kali gravitasi. Namun , itu berati bahwa gravitasi secara proporsional menjadi lebih lemah, dan Dr.Reinhard Breuer mengomentari keadaan yang diakibatkannya, "Dengan gravitasi yang lebih rendah,bintang2 akan menjadi lebih kecil, dan tekanan gravitasi didalamnya tidak akan menyebabkan suhu cukup tinggi untuk terjadinya reaksi reaksi fusi nuklir: Matahari tidak akan dapat bersinar." Anda dapat bayangkan apa artinya hal ini bagi kita !
Bagaiman jika gravitasi lebih kuat secara proporsional, sehingga angka tersebut diatas menjasi 10 pangkat 39 ?" Hanya dengan penyesuaian kecil ini,"Lanjut Breuer, "sebuah bintang seperti Matahari, akan berkurang drastis harapan hidupnya". Dan para ilmuwan lain mengganggap penyetelan yang teliti itu sebenarnya bahkan lebih persis lagi.
sesungguhnya, dua sifat yang luar biasa dari matahari kita dan bintang2 lainnya adalah efisiensi dan stabilitas barjangka panjang.Pertimbangkan sebuah ilustrasi sederhana.Kita tahu bahwa agar berjalan dengan efisien, sebuah mesin mobil membutuhkan perbandingan yang tepat antara bahan bakar dan udara; para ahli mesin merancang sistem mekanis dan komputer yang rumit untuk mengoptimalkan kinerjanya.Jika untuk sebuah mesin saja perlu demikian, bagaimana dengan bintang2 yang "menyala" secara efisien seperti matahari Kita ? Gaya2 utama yang terlibat disetel secara persis, dioptimalkan demi kehidupan.Apakah ketepatan itu terjadi secara kebetulan ??????

Kepada Ayub,pria yang hidup di masa lampau, diajukan pertanyaan,(Ayub 38:33) "Apakah engkau mencetuskan hukum2 yang mengatur langit, atau menentukan hukum2 alam di Bumi ???

Tidak ada manusia yang melakukannya,maka, dari manakah asal ketepatannya ?????


DUA GAYA NUKLIR
Struktur jagat raya ini melibatkan lebih banyak hal selain penyetelan yang teliti atas gravitasi dan gaya elektromagnetik.
Dua gaya fisik lain juga berhubungan dengan kehidupan kita.Dua gaya ini beroperasi dalam inti atom, Dan keduanya memberikan bukti yang kuat akan adanya pemikiran sebelumnya.Pertimbangkan GAYA NUKLIR YANG KUAT, yang mengikat proton2 dan neutron2 dalam inti sebuah atom. Karena ikatan ini, berbagai unsur dapat dibentuk---- unsur yang ringan (seperti helium dan oksigen) dan unsur2 yang berat ( seperti emas dan timbal ).Tampaknya jika ikatan ini hanya 2 persen lebih lemah, hidrogen saja yang terbentuk.Sebaliknya, jika gaya ini lebih kuat 2 persen saja , hanya unsur yang lebih berat, namun bukan hidrogen, yang dapat ditemukan. Apakah kehidupan kita akan terpengaruh ? Nah, jika jagat raya kekurangan hidrogen, matahari kita tidak akan memiliki bahan bakar yang dibutuhkan untuk memancarkan energi pemberi hidup. Dan, tentu saja, kita tidak akan memiliki air atau makanan, karena hidrogen adalah unsur yang penting bagi keduanya.
Gaya yang keempat dalam pembahasan ini, yang disebut GAYA NUKLIR YANG LEMAH, mengendalikan kerusakan radioaktif.Gaya ini juga mempengaruhi kegiatan termonuklir dalam Matahari kita, "Apakah gaya ini disetel dengan teliti ??? " Anda mungkin bertanya.Freman Dyson seorang ahli matematika dan ahli fisika,menjelaskan. "(Gaya ) yang lemah jutaan kali lebih lemah dari gaya nuklir. Gaya ini begitu lemah sehingga hidrogen dalam matahari terbakar pada tingkat yang lambat dan tetap. Jika (gaya) yang lemah menjadi lebih kuat atau lebih lemah, banyak bentuk kehidupan yang tergantung pada bintang2 yang seperti matahari akan berada dalam kesulitan. Ya, tingkat pembakaran yang persis ini, membuat bumi kita tetap hangat-- namun tidak terbakar--- dan membuat kita tetap hidup.
Selain itu, para ilmuwan percaya bahwa gaya yang lemah itu berperan dalam ledakan2 supernova, yang dilakukan sebagai mekanisme untuk menghasilkan dan menyalurkan sebagian besar unsur. "Jika gaya nuklir itu sedikit saja berbeda dari keadaannya sat ini, bintang2 tidak dapat membuat unsur2 yang membentuk Anda dan saya, "demikian penjelasan ahli fisika John Polkinghorne."
Banyak hal lagi dapat dikemukakan, namun Anda kemungkinan besar telah dapat memahami intinya.Ada suatu tingkat penyetelan yang teliti yang menakjubkan untuk empat gaya fundamental ini. Di sekeliling kita, tampaknya, kita melihat bukti bahwa di alam ini segala sesuatu sangat tepat,"demikian tulis Prof.Paul Davies. Ya, penyetelan gaya2 fundamental ini secara persis telah memungkinkan eksistensi dan bekerjanya matahari kita, planet kita yang indah dengan airnya yang menopang kehidupan,atmosfer kita yang begitu penting bagi kehidupan, dan beraneka ragam unsur2 kimia yang berharga di bumi.Namun , tanyailah diri anda, "Mengapa dan dari manakah penyetelan yang persis ini ?????

CIRI CIRI IDEAL BUMI
Agar kita tetap ada, dituntut ketepatan dalam bidang2 lain juga.Pertimbangkan ukuran bumi dan posisinya dalam hubungannya dengan selebihnya tata surya kita.
Buku Ayub dalam Alkitab memuat pertanyaan2 yang membuat kita rendah hati, : "Dimanakah engkau, ketika AKU meletakkan dasar bumi ?..... Siapakah yang telah menetapkan ukurannya ? Bukankah engkau mengetahuinya ? (Ayub 38:4,5)

Tidak pernah sebelumnya pertanyaan2 ini menuntut jawaban. Mengapa ? Karena hal2 menakjubkan yang telah ditemukan tentang bumi kita---termasuk ukuran dan posisinya dalam tatasurya kita sangat vital dalam kehidupan.
Di tempat lain di jagat raya ini, tidak ditemukan planet lain seperti bumi. Memang, beberapa ilmuwan menunjuk pada bukti2 tidak langsung bahwa bintang2 tertentu memiliki objek2 yang meng orbit mereka yang ratusan kali lebih besar daripada bumi.Namun, bumi kita memiliki ukuran yang sangat tepat bagi eksistensi kita. Dalam arti apa ? Jika bumi sedikit lebih besar, gravitasinya akan lebih kuat, dan hidrogen, gas yang ringan, akan mengumpul, karena tidak dapat menjauh dari gravitasi bumi. Dengan demikian ,atmosfer tidak akan ramah bagi kehidupan. Di pihak lain, jika bumi kita sedikit lebih kecil, oksigen yang menopang kehidupan akan hilang dan air permukaan aka menguap.Kedua keadaan ini sama saja, kita tidak dapat hidup.
Suatu faktor lain yang penting agar kehidupan dapat berkembang adalah bumi berada pada jarak yang ideal dari matahari.Astronom, John Barow dan ahli matematika, Frank Tipler mempelajari "Perbandingan radius dan jarak bumi dari matahari ". Mereka menyimpulkan bahwa kehidupan manusia tidak akan ada " seandainya perbandingan ini sedikit berbeda daripada yang diamati ".
Prof.David L.Block memperhatikan, "kalkulasi memperlihatkan bahwa seandainya bumi terletak hanya 5 persen saja lebih dekat dengan matahari, efek rumah kaca yang tidak terkendali (Bumi menjadi terlalu panas) sudah terjadi kira2 4.000 juta tahun yang lalu. Di pihak lain,jika bumi diletakkan 1 persen saja lebih jauh dari matahari, proses menjadi es yang tidak terkendali (Lapisan2 es yang lebar menutupi sebagian besar bumi ) sudah akan terjadi sekiitar 2000 juta tahun yang lalu". OUR UNIVERSE:ACCIDENT OR DESIGN ??
Selain itu ketepatan diatas, Anda dapat menambahkan fakta bahwa rotasi bumi pada porosnya terjadi satu kali sehari (24 jam ), kecepatan yang tepat untuk menghasilkan suhu yang sedang. Venus berotasi satu kali selama 243 hari. Bayangkan jika bumi juga demikian ! Kita tidak dapat bertahan hidup melewati suhu yang sangat ekstrem yang dihasilkan oleh siang dan malam yang panjang seperti itu.
Perincian penting lain adalah jalur edar bumi mengelilingi matahari.Komet2 bergerak mengikuti jalur elips yang lebar.Syukurlah, tidak demikian halnya dengan bumi.Orbit bumi hampir berbentuk lingkaran.Sekali lagi, ini mencegah kita mengalami suhu ekstrem yang mematikan.
Kita juga hendaknya tidak mengabaikan lokasi tatasurya kita. Seandainya tata surya kita lebih dekat dengan pusat galaksi bima sakiti, pengaruh gravitasi bintang2 tetangga akan menyimpangkan orbit bumi.Sebaliknya, jika tata surya kita terletak pada tepi galaksi kita, langit pada malam hari akan nyaris tanpa bintang.Cahaya bintang tidak penting bagi kehidupan, namun bukankah hal itu menambah keindahan yang luar biasa di langit kita pada malam hari ? Dan berdasarkan konsep terbaru berkenaan dengan jagat raya, para ilmuwan telah memperhitungkan bahwa pada tepi bima sakti, tidak akan ada cukup unsur kimia yang dibutuhkan untuk membentuk suatu tata surya seperti yang kita miliki.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar